Senin, 16 September 2013

Waroeng Setiabudhi “ Soerabi “
Saat itu saya dan sasa mengunjungi tempat tersebut sekitar pukul 8 malam, seperti biasa saya langsung mencari tempat duduk dan memesan soerabi dan minuman yang ada disana. Dan yang membuat saya kesal adalah kasir yang super duper jutek ( mukanya mirip macan yang lagi kelaperan ). Saat saya mengambil menu makanan dan minuman yang ada disekitar meja kasir, seharusnya dia mempersiahkan atau melakukan prosedur sesuai dia training. Dengan sorotan mata tajam dia hanya memandangi kami berdua saja. Dan lebih parahnya lagi pada saat kami selesai menulis apa yang akan kami pesan, kami kembali ke kasir untuk memberikan menu yang sudah kami pesan dan mengambil nomor meja, dia masih saja diam dengan wajah juteknya itu. Seharusnya setelah dia memberikan nomor meja dia mencoba memastikan pesanan yang akan kami pesan sudah sesuai belum.
“ duduknya dimana?” dengan ketus dia bebicara seperti itu kepada kami. Dengan nada halus kami menjawab “ diatas mba ,,,, ” . Setelah pesanan datang kami menikmati nya sambil berbincang – bincang, kami memutuskan untuk pulang dan membayarnya ke kasir. “ Berapa semuanya mba?” ucap sasa. Dan lagi – lagi dengan muka ketusnya dia menjawab sekadarnya saja. Pelayanan yang sangat buruk menurut saya, karna terjadinya transaksi suatu penjualan juga tergantung dari pelayanan kasir. Bukan karna pelayanan dari waiter bagus costumer akan merasa puas dan ingin mengunjungi lagi tempat tersebut. Justru karna posisi kasir di depan pi tu harusnya dia lebih ramah dengan costumer bukan malah mengabaikan costumer.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar