Waroeng Setiabudhi “
Soerabi “
Saat itu saya dan sasa mengunjungi
tempat tersebut sekitar pukul 8 malam, seperti biasa saya langsung mencari
tempat duduk dan memesan soerabi dan minuman yang ada disana. Dan yang membuat
saya kesal adalah kasir yang super duper jutek ( mukanya mirip macan yang lagi
kelaperan ). Saat saya mengambil menu makanan dan minuman yang ada disekitar
meja kasir, seharusnya dia mempersiahkan atau melakukan prosedur sesuai dia
training. Dengan sorotan mata tajam dia hanya memandangi kami berdua saja. Dan
lebih parahnya lagi pada saat kami selesai menulis apa yang akan kami pesan,
kami kembali ke kasir untuk memberikan menu yang sudah kami pesan dan mengambil
nomor meja, dia masih saja diam dengan wajah juteknya itu. Seharusnya setelah
dia memberikan nomor meja dia mencoba memastikan pesanan yang akan kami pesan
sudah sesuai belum.
“ duduknya dimana?” dengan ketus dia
bebicara seperti itu kepada kami. Dengan nada halus kami menjawab “ diatas mba
,,,, ” . Setelah pesanan datang kami menikmati nya sambil berbincang – bincang,
kami memutuskan untuk pulang dan membayarnya ke kasir. “ Berapa semuanya mba?”
ucap sasa. Dan lagi – lagi dengan muka ketusnya dia menjawab sekadarnya saja.
Pelayanan yang sangat buruk menurut saya, karna terjadinya transaksi suatu
penjualan juga tergantung dari pelayanan kasir. Bukan karna pelayanan dari
waiter bagus costumer akan merasa puas dan ingin mengunjungi lagi tempat
tersebut. Justru karna posisi kasir di depan pi tu harusnya dia lebih ramah
dengan costumer bukan malah mengabaikan costumer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar